Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Sri Sultan HB IX

Gambar
Sultan Hamengku Buwono IX Posted by iman Suatu hari terjadi hiruk pikuk kehebohan di depan pasar Kranggan tahun tahun selelah Indonesia merdeka. Saat itu ada seorang wanita pedagang beras yang jatuh pingsan. Usut punya usut, wanita tua itu baru mengalami kejadian yang hanya terjadi seumur hidupnya. Sebelumnya wanita ini sedang menunggu kendaraan di tepi jalan, tiba tiba muncul kendaraan jeep dari arah utara menuju selatan. Wanita ini memang biasa nunut nunut kendaraan yang lewat, dan membayar satu rupiah untuk sekali jalan. Jeep Willys itu berhenti dan wanita itu menyuruh si ‘ supir ‘ untuk membantu mengangkat karung berasnya. Entah berapa karung, dan supir itu menurutinya. Setibanya di pasar Kranggan, supir itu juga menurunkan beras berasnya dan menolak ketika dibayar oleh si wanita itu. Tentu saja wanita tua itu marah marah karena mengira si supir meminta uang lebih. Di tengah kemarahannya, si supir lalu pergi begitu saja. Belum selesai mara...
Sepotong Sejarah Dari Yogya Oleh Anton Ada yang menarik dari perbincangan Andy F. Noya dengan Sultan Yogya. Pertama, menjadi jelas memang figur Sultan Yogya masih sangat kharismatis di mata orang Jawa, kedua Megawati dan capres lainnya akan punya lawan kuat dan ketiga memperlihatkan Yogya merupakan sebuah daerah inti pembentukan Republik Indonesia. Lalu ketika kita mengingat Yogya dan perjuangannya maka pandangan kita tak bisa dilepaskan pada Sultan Yogya ke sembilan. Raja terbesar Yogyakarta sepanjang sejarah kesultanan Yogyakarta sejak Perjanjian Giyanti 1755. Sepanjang sejarahnya Yogyakarta lebih dikenal sebagai wilayah yang melahirkan pembangkang terhadap kekuasaan kolonial Hindia Belanda ketimbang pusat budaya. Berbeda dengan Mangkunegaran yang dimulai dari kebesaran Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyowo dimana kemudian Mangkunegaran berubah menjadi wilayah tersendiri yang kaya raya dan banyak menghasilkan karya-karya sastra dan budaya. Puncak karya Mangku...

WARISAN UNTUK TAKHTA RAKYAT

Ini cerita dari masa silam. Suatu malam di ujung Februari 1940. Pria muda itu berbaring di tempat tidur. Dia letih. Juga gelisah.  Sudah empat purnama batin berkecamuk. Sebab Jenderal Lucien Adam memaksanya menandatangani kontrak politik.  Dia keras menolak. Sebab jika menurut, Keraton Jogyakarta  segera di bawah “ketiak” Belanda. Terus-terusan menolak keras, berbahaya juga. Si tuan Lucien, yang menjadi Gubernur Belanda di Indonesia itu, sudah meradang . Sungguh simalakama. Mengangguk atau menggelang, sama gelisahnya.  Malam itu, antara tidur dan terjaga, batinnya berbisik. “Tole tekena wae, Landa bakal lunga saka bumi kene.” (Nak, tanda tangan saja, toh Belanda akan angkat kaki dari sini).  Dia yakin itu suara pinuntun. Sikapnya lalu melunak. Bukan mengalah. Senin Pon 18 Maret 1940, suara salvo berpekik di halaman Keraton. Dentuman meriam 13 kali. Memecah keheningan di Siti Hinggil.  Hari itu Gusti Raden Mas Dorojatun, lelaki yang sudah lama...
NAMA PNS BAGIAN UMUM DAN KEUANGAN SETDA No. N A M A N I P 1 Drs. SUPRIONO   19661008 199203 1 010 2 KASPARI   19540413 197812 1 003 3 JOKO SUTOMO, SH.   19631012 198803 1 012 4 ADE SUANGKAT, SE   19700616 198903 1 001 5 Drs. EDI EFRIZAL SAIDI   19590822 198608 1 001 6 LISA HERAWATI   19621003 198703 2 008 7 SUPARNI   050 041 383 8 DOTO   19660222 198603 1 004 9 KUSYANTO   19670316 198903 1 009 10 PUDJO LAKSONO   19560121 198403 1 008 11 AZAM   19571022 198403 1 006 12 ADI SETIAWAN, SE   19680816 199003 1 009 13 Rr. TJANDRAWATI, SE.   19670813 199010 2 001 14 SUKIRNO, S.STP   19840927 200312 1 001 15 T...